Sekantong darah 360 Ribu padahal Donor darah gratis!

Donor Darah – Ada banyak kalangan masyarakaat yang sering mengeluhkan mahal nya biaya untuk membeli satu kantong darah, bahkan bagi masyarakaat yang menempati status sosial dari kalangan bawah, biaya tersebut sangat membebani padahal kondisi sedang sangat darurat, bila terlambat sedikit saja seseorang yang membutuhkan pasokan darah dan terlambat memberinya pasokan darah maka hal yang tidak diinginkan pun bisa terjadi akibatnya kondisi pasien akan lebih parah bahkan dapat membahayakan nyawa pada si pasien.
Darah sangatlah dibutuhkan apalagi pada saat ada berbagai bencana, Terutama di Indonesia, tanah Indonesia sangat sering di guncang oleh berbagai bencana alam seperti hal nya gempa bumi,gunung
Bukan hal itu saja yang menyebabkan pasokan darah berkurang,coba lihat saja ada berapa banyak kasus yang terjadi pada satu daerah yang memerlukan pasokan darah contoh nya Ibu kota Jakarta dari setiap harinya ada berapa banyak kecelakaan? Dan ibu yang melahirkan dua kasus itu adalah kasus tertinggi penyebab seseorang membutuh kan pasokan darah,semakin hari semakin meningkat bahkan menurut dinas kesehatan setempat Palang merah Indonesia di ibu kota Jakarta setidaknya memerlukan stok kantong darah mencapai lebih dari seribu kantong per hari nya.
Hanya satu daerah pun stok yang harus didapat mencapai 1000 kantong per hari bagaimana jika satu Negara atau se Indonesia? Ternyata pemerintah mencatat bahwa Indonesia memerlukan setidaknya 4,6 Triliun kantong Darah selama per hari nya angka yang cukup fantastis bukan?
Lalu memulai kita bahas mengpa harga satu kantong darah sangat lah mahal mencapai harga di kisaran 360 ribu rupiah per kantong nya di kutip dari Palang merah Indonesia menyatakan pernyataan nya bahwa 360 ribu rupiah bukan lah biaya standar bagi sekantong darah melainkan sebenarnya Darah itu gratis penyebab mahal nya biaya satu kantong darah adalah biaya perawatan dimana darah yang akan disalurkan ke pasien harus benar benar steril dari jangkauan virus virus seperti bebas dari HIV (human immunodeficiency Virus),hepatitis,DLL
360 ribu rupiah tersebut selain biaya untuk mengecek darah ada hal yang lain yang dapat juga , mampu membuat biaya operasional terlampau mahal seperti biaya kantong darah dan juga bahan pakai medis an jug baha pakai non medis ketiganya juga berperan penting bagi kesterilan darah yang akan di berikan pada pasien,selain itu ada beberapa lagi yang menyebabkan harga kantong darah sangat melonjak terlebih lagi darah sangat berperan penting bagi kelangsungan hidup suatu pasien yang sedang sangat membutuhkan nya.
Dari mulai harga pemeriksaan Golongan darah dan Hb (haemaglobin) lalu ada biaya pergantian dari alat alat medis yang terpakai dan lalu selanjut nya ada lagi biaya pemeliharaan prasarana dan sarana.
Kasus tentang harga satu kantong darah yang terbilan cukup mahal adalah kasus yang umum terjadi bahkan karna darah yang sulit di dapat dan tanpa biaya adalah hal yang sangat membahayakan bagi kehidupan seseorang ada banyak kejadan yang terjadi dan tak sedikit hal yang tejadi karna kurang pasokan darah banyak menyebabkan kematian,lanjutnya saja seperti hal ketika seorang ibu telah melahirkan dan mengalami pendarahan hebat bahkan walau Palang Merah Indonesia memiliki banyak stok darah namun tetap saja stok darah terkadang habis dan Palang merah Indonesia tak sepenuh nya mempuyai stok yang banyak.

Inilah info yang dapat saya sampaikan namun ingat Bahwa Palang merah Indonesia tidak melakukan jual beli darah jadi Palang merah idonesia bukan lah suatu sarana yang haram.